Senin, 05 Agustus 2013

StiGmata AtoPi

Stigmata?? apakah ada yang tahu artinya??
Bila membuka wikipedianya mbah google..artinya adalah istilah yang digunakan oleh anggota iman Kristen untuk menggambarkan tanda tubuh, luka, atau sensasi rasa sakit di lokasi yang sesuai dengan penyaliban luka dari Yesus Kristus , seperti tangan, pergelangan tangan, dan kaki. Biasanya yang mengalaminya adalah orang-orang suci atau kudus.
Tetapi saudara-saudaraa...disini saya tidak membahas tentang hal itu. (terlalu tinggi tingkatan ilmunya untuk diriku....atuuutt cyyiinn!!). Ntaaarr gw bahas yaaaa...biar sekalian penasaran deh lu pade..hehe.

Naahh, Sekarang...adakah yang tahu pengertian atopic?? 
lagi-lagi..gw pakai pengertian mbah google aja yaakk...soalnya kalau ilmiah banget, gw jadi penulis ilmiah dunk..seperti dulu kala di dept. Public Health...
kalau kata mbah google:
Atopi (pron. {ay-top-kencing}); Greek ἀτοπία - placelessness, keluar dari tempat, sindrom khusus, tidak biasa, luar biasa) atau atopik adalah kecenderungan untuk mengembangkan alergi tertentu hipersensitivitas  reaksi. Atopi mungkin memiliki keturunan komponen, meskipun kontak dengan alergen harus terjadi sebelum reaksi hipersensitivitas dapat berkembang.
Istilah "atopi" diciptakan oleh Coca dan Cooke pada tahun 1923.Banyak dokter dan ilmuwan menggunakan istilah "atopi" untuk setiap IgE -mediated reaksi (bahkan mereka yang sesuai dan proporsional terhadap antigen), namun banyak dokter anak cadangan kata "atopi" untuk predisposisi genetik dimediasi reaksi IgE yang berlebihan.

Kata Stigmata Atopic gw dengar pertama kali ketika berobat ke dokter kulit gw yang cantik dr. Detty disatu RS Permier di kawasan dekat-dekat rumah gw. Apa sih itu??? yaa kulit gw mengalami kekeringan dan ada tanda-tanda disekitar tertentu yang bentuknya bulat-bulat kecil dan ada yang merah-merah merona gitu deehh...dan terkadang gw merasakan demam, mata agak membengkak,  dan dalam kondisi-kondisi suhu tertentu penciuman gw akan sangat tajam dan terkadang bisa jadi agak sesak nafas (tapi setelah dicek foto ro dan lainnya gw aman tuh dari rhintis atau penyakit ispa lainnya). Intinya siihh Hipersensitive laahh plus ada alergi-alergi nya gicchuuu. Tapi herannya kenapa baru muncul di saat gw sudah dewasa dan disuatu desa yang notabene harusnya bebas dari polusi. So...gw bertanya-tanya terus, kenapa niiiihhhh??? ga cucokkah dengan tempat lingkungan bertugas sekarang?? apakah memang punya bakat turunan (sambil lirik Tuhan, duuuh..kasih bakat yang bagus-bagus dikit dunk Tuhan..jangan bakat alergi tapi alergi miskin bolehlah..xixi)?? atau adakah faktor psikologi gw mempengaruhi ini semua..whats happen with me????

Mungkin bagi teman-teman yang tidak punya bakat yang seperti ini akan menganggap hal yang biasa saja tapi bagi yang mengalami sungguh merepotkan. sebagai contoh pengalamanku, ketika para staf sedang duduk-duduk tenang diteras puskesmas, kemudian datang diriku dan mencium bau rokok yang sangat menyengat...para staf bingung melihatku karena mereka tidak ada yang merokok tapi satu jam yang lalu mmg ada keluarga pasien merokok..tapi kok bisa aku mencium bau yang satu jam lalu dan alhasil aku dinilai staf punya indra ke 6 (plis deeehh, emangnya eike penerus mama Loren). Atau ketika seorang opung yang jaraknya masih jauh dari puskesmas mau datang berobat kepuskesmas, dan aku bisa langsung mengetahui akan kedatangannya dari bau nya..sepertinya aku mengalahkan penciuman si Gummy (hahaha). 

bintik-bintik merah yang muncul kepermukaan kulit
dan hal yang merepotkan dan merugikan lainnya adalah ketika ada nya suatu momen yang sangat kita ingin ikutin tetapi hipersensitiv itu muncul. Rasa sesak karena mukosa yang membengkak, munculnya demam dan merah-merah dari kulit menyebabkan harus tetap tinggal dirumah....yuuuuppp, dengan senang hati kakakku dr. Kristin Dona dan adikku dr. Erika menyuruhku istirahat dikamar, tidur dan melarang diriku melakukan perjalanan panjang..ketimbang masuk IGD katanya hehehe.

Tetapi Dampak lain lagi yang membuatku sangat sedih sekali adalah tanda-tanda atopi yang tersembunyi dilokasi tertentu itu menyebabkan suatu benjolan yang meyebabkan aku harus dilakukan tindakan operatif.  
Berulang kali aku melakukan pengobatan dan kontrol dengan dokter detty. kulakukan perjalanan Jakarta-Medan-Taturung-Sarulla berulang-ulang untuk berharap kesembuhan dan berharap disetiap perjalanan itu kondisiku baik2 saja dan hal itu juga membuatku selektif memilih alat transportasi agar tidak terkena paparan pencetus alergi. Aku, adikku Erika dan dr. Detty berharap benjolan yang muncul itu dapat sembuh dengan obat2an dan vitamin yang aku minum. semua obat dan vitamin yang ku minum semua dalam dosis tinggi...lelah rasanya minum obat dan proses penerimaan diri akan "bakat"  ini juga tidak mudah..karena aku harus menghentikan semua aktivitasku yang melelahkan termasuk praktek di tempat drg Rio Simanjutak guna untuk menaikkan imunitasku. Dan upaya minum obat dan vitamin itu pun ternyata gagal...dokter ku pun akhirnya mengatakan bukan kompetisinya lagi..dia harus merujukku ke dokter bedah.

Ooooohhh My God..dokter. Apakah tidak ada jalan lain selain dioperasi???
lalu aku akan dirujuk kemana??
bisa tidak dokterku wanita??
banyak pertanyaan yang ku lemparkan pada dokter ku itu....
tapi dokterku itu hanya memandang ku...dan aku tahu pandangan itu punya arti.
sama-sama kami hanya terdiam diruang periksa itu...

Daaann bagaimana kah kelanjutan perjalananku mencari penyembuhanku dan bertemu dokter-dokter yang mengobatiku....

Besok lagiii yaaaa ceritanya.
karena laptop mau diambil alih...xixixixi



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar