Kamis, 22 Agustus 2013

All about Tumbang Hiran

Gereja GKE Tumbang Hiran di Sore Hari
Hari ini ingiinn sekali menuliskan tentang tempat PTT ku dikalimantan tengah. Nama desaku bertugas dulu namanya "Tumbang Hiran" terletak di Kecamatan Marikit yang terkenal dengan arung jeramnnya yang kereeeenn banget. Didesa ini juga aku bertemu dengan sahabat-sahabat baruku. dan disini juga lagu karya Ka Ira mengenai "SAHABAT"...terinspirasi dari kehidupan jauh dipedalaman Kalimantan Tengah yang jauh dari sanak saudara tapi disitulah kami menemukan sahabat, saudara dan keluarga. Penuh kenangan tentang Tumbang Hiran....suatu hari nanti akan kembali mengunjungi desa itu lagi.. ^_^



and this is the song...(gini-gini terkenal dikalangan anak smp Tumbang Hiran....ingin segera mendengar sang pembuat karya bernyanyi) ^_^

SAHABAT


Betapa aku bahagia berjalan bersamamu
Sahabat, tak akan pernah terlupakan kenangan bersamamu
Sahabat..lewati rintangan, teruji sang waktu setiamu telah terbukti
Berdua bersama ciptakan kenangan
ada tawa juga airmata....

Reff:
Semua oleh berubah...
Semua akan berlalu...

Tetapi janji yang ada dihati
Slamanya kan kekal abadi
Kau..sahabat baikku
kan terukir didalam kalbu...
Kau sahabatku...


kali ini foto-foto yang akan menceritakan bagaimana tumbang hiran itu:

Tumbang Hiran dilihat dari atas...Hayooo losmen pak Tandun disebelah mana?? dermaga disebelah mana?? ditebak-ditebak dimana saja letak-letak puskesmas, rumah tante roma, rumah makan acil, dan klotok2nya #created by kak Ira#
Mengisi waktu luang disiang hari dengan jalan mengelilingi desa dalam upaya mencari sayur mayur yang langka sekali....#foto...teteeeuuuppp eksis....hehe#
kacang panjang..kacang panjanggg dipetik, hayooo dipetikk.....tapi sambil foto2 dengan si eed guaannteeennggg dikebun pak Loamin

bersama Staf Puskesmas Tumbang Hiran...kuangaaaeeeennnya luar biasa

Ultraman Eed....yeeeaahh!!! ini edwin masih umur 3 tahun..sekarang, tante cuma bisa dengar suara edwin dari telepon...sudah makin besar dan makin abang-abang ya edwin....^_^

tante ester tetep eksis dirangan surai yang sedang surut......main air..main airrrr...serunyaa air pedesaaan (upss....tapi apa tuh yaaa yang ngambang-ngambang hahaha)
perjalanan ke Tumbang hiran pasti akan bertemu makhluk yang menggemaskan ini (gemaass??? hahaha) jdi ingat si "Bule" dan si "Black" punya tante Roma....apakah sudah besar dan tidak kabur-kabur lagi seperti duluuu (jadi ingat ida sering telat gegara harus mencari 2 makhluk ini yang suka kabur dari kandang haha)





Habis ibadah kebaktian...kita wajib makan-makan..tetapi karena ibu-ibu pada sibuk didapur untuk cuci piring...tante ester and the gank akhirnya memutuskan foto-foto dan meramaikan halaman.....#Edwin diantara perempuan-perempuan cilik...dan pemimpin ganknya adalah Tarra#  pasti sudah besar-besar kalian ya nak... #hugnkiss#



sambil menunggu klotok datang menjemput mama minggus....kita eksis duyuuuu yaaakkk (ida,mama minggus,aku dan yuli)..yupp mereka teman-temanku yang membuat hiran menjadi menarik dan seru utk dibawa gembira





ini video karya dokter Adi...yaah, serunya perjalanan pusling dengan staf Puskesmas Hiran ke desa-desa (saya suka kegiatan itu dan yang menjadi paling berkesan adalah Jembatan besar yang melintas diatas kepala yang terbuat dari pohon-pohon besar. Tumbang Hiran memang sesuatuuuu!!!


kali ini...walaupun diriku belum sempat merasakan adanya pesawat kecil landing di tumbang hiran...tapi aku sudah melihatnya...#lirik kak Ira," kapan kita kesana ke tumbang hiran naik pesawat kak??"



Too much memory ini Tumbang Hiran....Maju selalu ya Tumbang Hiran ^_^




























Minggu, 11 Agustus 2013

Dentist Go On Vacation ^_^

Dentist Go On Vacation.....!!!


Yipppiii!!! pasti orang-orang awam akan berseru kegirangan jika mendengar kata liburan atau rekreasi.
tapi kali ini teriakan "yipiiiee" ku agak setengah suara, karena liburan ku kali ini bukanlah ketempat wisata atau tempat hiburan untuk merelaksasikan pikiran dan hati.... 
Jadi, kemanakah diriku akan "Go On Vacation"..yup, aku akan berlibur di sebuah penginapan yang disibukkan pemeriksaan dokter dan perawat setiap hari (ingatkan..salahsatu fungsi rumahsakit sebagai tempat rekreasi atau istirahat). Aku akan menghabiskan waktuku berlibur di ruang rawat inap RSCM Gedung A no 621. ^_^
Pagi hari, tanggal 25 Juli 2013..aku kembali dikonfirmasi oleh admisi RSCM untuk menanyakan jam berapa aku akan masuk kamar rawat inap (wow...benar-benar seperti hotel ya pakai reservasi dan konfirmasi xixi). Akirnya aku tiba di RSCM sekitar jam 11 siang (dan sekali lagi diantar oleh Si Burung Biru)..aku bawa serta koperku dan sesegera mungkin kumelapor keadmisi..ternyata semua keperluanku dan rawat inapku sudah disiapkan dan dirapikan sedemikian rupa, aku hanya tinggal naik kelantai  6, tetapi aku belum naik kekamarku...aku menemui bu Ros terlebih dahulu untuk konfirmasi ruang operasi besoknya (Puji Tuhan, jadwal operasi dan tempatku juga tersedia) dan yang tak terlupakan dan terpenting adalah menghubungi dokterku, aku sms dokter maria dan beliau setuju untuk dilakukan tindakan operasi dihari Jumat 26 Juli 2013 di jam 11.
Setelah semua urusan dilantai 1 beres..aku naik kelantai 6 ketempat beristirahatku untuk beberapa hari. Kamarku terdiri 4 bed khusus wanita, ruangannya cukup besar..bahkan tirai-tirai antar pasien pun sangat dibuat privasi. Aku mendapatkan tempat tidur yang nyaman dan posisinya juga enak (tidak dekat kamar mandi dan tidak terlalu dekat dengan ac), aku letakkan semua semua barang-barangku dan akhirnya aku memilih tidur (sengaja aku tidak menyuruh adik-adikku datang menemani atau pun sahabat dekatku datang pada hari itu karena aku benar-benar ingin sendiri dan beristirahat).

ini dia abangku sipejuang tangguh namanya bang Frans Yosep Sitepu
ini dia kakakku cantik dan penyabar namanya kak Mastiur Novelinda Girsang
      



bunga-bunga penyemangat dari sahabatku ka Mastiur dan Bang Frans




Pada malam harinya baru berdatanganlah para orang-orang terdekat dan terkasihku.. Om dan Tante Edi (papa dan mama sahabatku Nadira), tante Nainggolan datang menemaniku dan memastikan aku baik-baik saja dan tak terlupakan Bang Edo dan Kak Ira (abang dan kakakku di Kalimantan Tengah) mereka memantau terus perkembanganku bahkan mereka mengirim pelayan Tuhan  melayani supaya aku kuat. kak Mastiur dan Bang Frans yang merupakan sahabat doaku juga rutin berdoa dan memantau setiap perjalananku mencari penyembuhanku dan terus memberi semangat untukku (mereka adalah orang-orang yang menginspirasiku dalam melawan penyakit dan berjuang untuk kesembuhan).Yup..merekalah orangtuaku  dan sahabat yang dikirimkan Tuhan untuk menolongku..Tuhan tidak biarkan aku sendiri melalui itu semua.

aku bersama keluarga Om Edi
keluargaku di kalimantan tengah
Malam hari sebelum menjelang operasi aku tidak bisa tidur nyenyak, ternyata ada juga sedikit rasa khawatir, dan muncul pemikiran jika orangtuaku disini mereka pasti tidak akan biarkan aku begitu saja, mereka selalu berikan yang terbaik untuk anaknya selama hidup mereka, disitulah kupanjatkan kembali doa penyerahan diriku dan rasa syukurku pada Tuhanku untuk hidupku, dan akhirnya aku baru bisa tidur karena kelelahanku.
Jumat Pagi, adikku paling kecil Elysabeth datang kerumah sakit..dia khusus datang untukku, dia meliburkan dirinya dari persiapan untuk UKDI nya untuk menjaga dan merawatku...rasa rindu ku tertumpahkan ketika melihatnya (sikecil yang manja kini berubah menjadi sosok yang mandiri) dan sms dari adikku Erika yang jauh di Papua terus datang untuk menanyakan keadaanku dan adikku Joe yang terus memantau dari telepon karena dia tidak bisa datang dikarenakan tugas. Didalam hatiku, aku bersyukur punya adik-adik yang baik..walau terkadang kesibukan dan tuntutan ibukota yang begitu tinggi akan hidup tapi kami masih bisa tetap saling mengingatkan satu sama lain.

Jam 11 siang, perawat datang kekamarku dengan membawa kursi roda....whhhhaaaatt!! haruskah saya dibawa dengan kursi roda buuu??? jerit ku. ibu perawat berkata: "iya dokter, dokter harus dibawa dengan kursi roda, kalau tidak nanti kita dimarahi". Baiklaaah...kulakukan apa yang diminta ibu perawat, aku dibawa melalui lift, melewati bapak satpam dan juga melewati bu Ros. Teriakku dari kursi roda kepada bu Ros: "ibu...hayoooo, hari eksekusi sudah dimulai..yuuk mari eksekusi saya..:)"..ibu itu hanya tersenyum dan membawa ku keruang tunggu sebelum masuk keruang operasi. Sementara Om dan Tante Edi, tante Nainggolan dan adikku Ely menungguku diluar.


Selama diruang tunggu, aku melihat pasien-pasien yang akan dioperasi dan sudah operasi, disitu juga aku melihat para perawat-perawatnya berbicara dan bercanda dengan pasien-pasiennya. Tapi aku berfikir, sudah jam berapa sekarang ya?? kok dokterku belum datang, ternyata setelah dikonfirmasi dokterku sedang ada pasien juga di poli bedah (makluumm pasiennya banyaak). Tapi satu hal yang unik saat aku diruang tunggu itu adalah seorang residen bedah yang menawarkan diriku untuk dianestesi umum. Terus terang aku kaget kenapa aku hendak mau dilakukan anestesi umum karena dari awal aku sudah mengetahui prosedur yang seharusnya..dan disitu aku berargumen dengan dia..aku mengatakan kamu sedang diresponsi yaaa?? harusnya jangan sama pasien menanyakannya, alhasil saat operasi bukan dia yang menganestesiku tetapi dokter yang lain. Yaaah..jadi pembelajaran juga bagiku..pasien-pasien jaman sekarang adalah pasien-pasien yang kritis..bekerjalah sebagai dokter yang profesional, berikan keputusan-keputusan yang terbaik untuk keselamatan pasienmu dan kuasai apa yang menjadi kompetensimu.

Operasi yang akan kujalani ternyata tertunda selama 1,5jam..aku tidak begitu ingat kapan dimulainya tapi aku sudah sampai dirawat inapku sekitar jam 3 sore. Tapi ketika diruang operasi, kurasakan benar-benar seperti ayam yang mau dipotong (hiiiii...serem membayangkannya)..dari pinggang sampai kaki tidak terasa apa-apa dan kali ini tidak ada pantulan cermin apapun yang bisa aku lihat untuk mengintip apa yang akan dilakukan padaku (hahai, saya punya mata intel tapi kali ini gagal..huffttt!!) jadi aku hanya menggunakan indera yang ada yaitu penciumanku (hahaha, saya memang rasa ingin tahunya tinggi sekali)...ketika aku mencium sesuatu bau daging dibakar..yuuuuuppp, artinya aku sedang dikerjakan (ya, aku sudah mencari tahu sangat bagaimana prosedur operasinya dari youtube dan sempat trauma melihatnya, dan sebagai saran..lebih baik ga usah tahu apa-apa deh kalau mau dilakukan tindakan operasi..xixixi).
Sekembalinya aku kerawat inap, rasa syukurku ucapkan terus menerus...akirnya aku bisa juga melalui operasi ini, akirnya penyakit yang merongrongku selama ini terangkat juga..tapi ada yang jadi bahan pemikiranku yaitu jaringan yang di PA kan oleh dokter maria, apakah hasilnya ya Tuhan?? aku berharap tidak terjadi apa-apa. kegundahan hatiku saat itu terhibur karena adik-adikku menemani, dan kunjungan dari sahabatku Nadira dan Bang Yusak..yuuupp mereka membuatku tertawa pada hari itu. yaaah...sambil menunggu kondisiku bebas dari anestesi spinal mereka membuatnya menjadi mudah untuk dijalani.
Aku dan Sahabatku Nad..
Tak kusangka, aku juga mendapat kunjungan dari PAKSU Jakarta, padahal aku hanya bercerita pada bapak pendeta Michael dan ternyata Kak Bine dan Kak Dantje serta 2 teman lain datang berkunjung. Disitu kak Dantje boleh berkesempatan membagikan pengalaman hidupnya (wow..so inspiring me) dan pengalaman hidupnya tidak jauh berbeda dengan diriku, dia menyarankan..apa yang sudah aku alami boleh aku sharingkan pada orang lain dan boleh menjadi berkat bagi orang lain. Terimakasih PAKSU sudah datang menjengukku :).

 Beberapa hari dirumah sakit, progress kesembuhanku cukup cepat juga..dokter dan perawatku cukup heran melihatku, karena aku tidak merasakan sakit ataupun perih yang selayaknya pasien-pasien sebelumnya rasakan sehingga aku tidak perlu sering minum analgetik (setiap aku minum analgetik yang kurasakan malah fly dan ingin tidur terus) akan tetapi antibiotik tetap harus diminum teratur (sungguh bosan sekali diriku sebenarnya dengan obat-obatan itu semua). setelah kondisi sistemik ku cukup baik dan sistem pencernaanku dinilai cukup stabil, akhirnya aku bisa pulang dihari Selasanya dan wajib melakukan kontrol kembali.

Sehari setelah operasi, ,memyempatkan diri berfoto ria :)


Yuuuppp..ternyata proses penyembuhanku belum selesai sampai disitu..sekarang aku masih tahap pemulihan..masih harus sering kontrol. Kondisiku juga belum boleh kembali ketempat tugas PTT oleh dokterku dikarenakan takut terjadi pendarahan selama aku dalam perjalanan tapi yang melegakan hati adalah hasil PA ku menunjukkan tidak adanya keganasan dan tidak terjangkit oleh bakteri tertentu yang menjadi pencetus suatu benjolan itu terjadi. Saat ini kembali lagi aku bersabar..bersabar untuk pemulihanku agar aku segera kembali ketempat tugas, sayaa sudah bosaaann nganggur...saya rindu akan pasien-pasien dan pekerjaanku (upppsss!! teringat kembali..jangan kebablasan kerja..kesehatan juga sangat penting)!! 

Yuuuppp..dari perjalananku ini, aku mendapatkan suatu pelajaran hidup yang membuatku lebih kuat (yiiippeee..saya naik kelas ya Tuhan) dan yakin Tuhan sayang padaku.. bukan hanya sayang padaku tapi juga pada anak-anakNya. Yang sedang dalam masa pengujian..tetap yakin teguh bahwa Bapa tidak pernah tinggalkan kita..hanya kita perlu bersandar dan bersabar menunggu semuanya indah pada waktuNYA. Amin!!!

















Rabu, 07 Agustus 2013

ManFaat Doa

Hari ini aku ingin menulis manfaat doa, kudapatkan dari situs media dan kutuliskan dalam buku harianku selama ini....tapi kali ini ingin kubagikan di Blog ku ini.... (Semoga Bermanfaat!! ^_^Y)


Manfaat Doa :

1. Mengurangi Stress

  • Yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami. Mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah mengalami stres.

2. Menurunkan Tingkat Emosi atau Kemarahan

  • Mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan, mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya akan stabil.

3. Menghilangkan Rasa Putus Asa

  • Mereka yang akan berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa.

4. Meningkatkan Ketegaran Hati

  • Mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi diluar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun.

 5. Meningkatkan daya tahan tubuh

  • Dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis. Dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dalam segala peristiwanya dalam terang kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi lebih mudah lemah karena beban dan pikiran (dalam bahasa Jawa = Nrimo).

6 . Menjadi Lebih Terbuka Terhadap Kelemahan Seseorang

  • Mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahannya sendiri.

7. Meningkatkan Daya Cinta Kasih Kepada diri sendiri dan orang lain

  • Ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah KASIH maka mereka yang berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya.

8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri

  • Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan.

9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik

  • Setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik dibandingkan mereka yang malas berdoa.

10. Mempertahankan Keselamatan

  • Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan relasinya yang baik dengan Allah selagi didunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak dikeabadian.

 blog ku ini mungkin jauh dari sempurna mengenai doa..masing-masing orang punya definisi dan merasakan manfaat tersendiri, dan lebih jelasnya semua ada diAlkitab (yuupp..saya tidak begitu ahli dalam hal-hal ayat mengenai doa didalam Alkitab) tapi 10 hal tersebut diatas memang ada kurasakan manfaatnya dalam hidupku.

Cat: mungkin lagu ini kutaruh pada sesi ini ga nyambung...tapi lagu ini yang mengiringku selama aku menuliskan blog tentang doa ini. "Sing  with me....how Great is Our God!!"
(cat. Suka-suka yang punya blog yaaaahhh ^_^Y)








Berusaha, Berdoa dan Bersabar

Berusaha, Berdoa dan Bersabar adalah tiga kata yang gampang diucapkan tapi pada kenyataannya dalam proses kehidupan bukanlah hal yang gampang dilakukan.Hal itu kualami ketika aku dalam proses mencari solusi untuk kesembuhanku.
Ketika dokter Detty mengatakan solusinya adalah bedah, hatiku merasa campur aduk..rasa takut, rasa sedih dan histeris yang tak bisa ku ekspresikan. Bila dalam kondisi begini rasanya kupeluk mamaku dan menangis dipelukkannya tapi yang kulakukan adalah aku harus kuat dan tabah. Kukatakan pada dokter Detty, bisakah dokter operator ku seorang wanita dan itu adalah hak pasien untuk memilih dokternya. Sementara di rumah sakit tempat dokter Detty bekerja, dokter bedahnya adalah seorang Pria..aku tidak mau. Akhirnya dokter Detty merujukku kesalahsatu RS Internasional di Tangerang yaitu dr. Retno Sp. B

Tibalah hari dimana aku sendiri menemui dokter Retno..itupun atas inisiatif sahabatku Nadira yang mendaftarkan diriku agar aku bisa konsultasi dengan dokter Retno, mungkin jika tidak ada inisiatif sahabatku..aku tidak akan pergi karena ketakutanku. Ketika bertemu dokter retno, aku melihat sosok yang kecil imut dan lincah. Beliau melakukan pemeriksaan ulang pada diriku..dan kemudian mengatakan memang harus operasi dan aku harus 3 bulan sering kontrol kerumah sakit (Oh Tuhan, apa ini yang aku dengar??? bagaimana pekerjaanku di Sarulla, bagaimana dengan pasien-pasienku? Apa yang harus kulakukan Tuhan??). Dan pergumulan datang lagi didiriku, dokter Retno memerlukan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan Rontgen. Pemeriksaan Rontgen di rumah sakit tersebut hanya memiliki dokter spesialis radiologi wanita yang bertugas dihari selasa dan artinya harus menunggu 3 hari dari kedatanganku saat itu. 
Suri, Rindhi dan aku

Diruang tunggu pasien aku termenung dan berfikir apa yang harus kulakukan, siapakah yang bisa memberi aku saran dan info untuk dokter radiologi wanita. Lalu terbersit nama Rindhi..perawat gigiku di Sahid, kutelepon dia dan kudapat info bahwa rumah sakit dulu aku bekerja memiliki dokter radiologi dan tim nya adalah wanita..begitu juga dokter bedahnya. yuupppss..itu lah solusi yang kudapat hari itu..ada setitik cerah hari itu tapi hatiku masih merasa bimbang.

Bimbang hati ku hari itu ingin kuluapkan entah kemana..sepertinya semua orang susah untuk dihubungi. Tapi sekali lagi Tuhan itu baik,,,dia kirimkan orang yang bisa kuajak berdiskusi dan bisa memberi saran yaitu bapak supir taksi yang aku tumpangi..dia memberi saran menjadi "dibutuhkan itu sangat penting, jangan sampai menyerah karena suatu masalah". yaaa...aku harus sembuh, aku harus melanjutkan pencarianku untuk sembuh dan aku harus menghilangkan pikiran negative ku yang merasa sendiri dan ditinggalkan..aku tahu adik-adikku juga punya kegiatan dan hal itu penting juga bagi hidup dan masa depan mereka dan jika mereka berhasil, aku juga akan merasa bahagia (kalau istilah kak Mastiur : Bahagiamu bahagiaku juga... :))

Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan pemeriksaan radiologi di rumah sakit sahid..disitu aku dilayani baik (maklum orang lama keluaran baru hehe)..aku bertemu dgn dr. Tektona Sp.Ro  dan juga dr. Lasmi Sp. B.  Mereka memeriksa aku dengan telatennya..bahkan dr Lasmi bersedia konsul kapan saja aku mau..dan dia menjelaskan dengan sabar, bahkan disaat aku merasa khawatir dia menyemangati diriku. Akan tetapi saat melihat hasil radiologi...terbersit kebimbangan..dia juga merasa khawatir dengan diriku apalagi karena sudah kenal (biasa loooohh..terkadang profesionalisme dokter terganggu karena ikatan emosi). Akhirnya kami memutuskan untuk mencari dokter bedah digestive yang lebih ahli dalam bidangnya apalagi benjolan ku itu sudah memiliki saluran kearah saluran pencernaanku. Yuuupppsss, pencarian terus berlanjut dan kesabaran kembali teruji.

Mencari dokter bedah digestive seorang wanita ternyata tidaklah mudah karena jumlahnya sangat sedikit di Indonesia ini. Aku mencari di Internet..mengutak atik mbah google dimanakah ada dokter bedah digestive wanita, menyurati via email ke perkumpulan bedah digestive dan bertanya dimana ada dokter bedah digestive yang dapat direkomendasi. Puji Tuhan, ternyata usahaku tidak sia-sia..aku mendapatkan info dari mbah google bahwa ada seorang dokter bedah digestive wanita namanya dr. Maria Mayasari, Sp. B (KBD).  Aku membaca profile beliau...wow, ternyata beliau adalah dokter bedah digestive wanita lulusan pertama di UI (aku berfikir pasti beliau adalah orang yang istimewa yang ditunjukkan Tuhan) kemudian aku hubungi semua no telepon rumah sakit tempat beliau bekerja yaitu RSCM dan RS Medistra dan benar beliau memang bekerja di RS tersebut.


dr. Maria Mayasari (my inspiring doctor)

Akhirnya kuputuskan untuk menuju RSCM...dan lagi-lagi aku diantar supir taksi (aku rasa taksi Burung biru itu berhak mendapatkan award dariku atau aku yang harus dapat award dari mereka..xixi). Entah mengapa, bapak supir mengantarkan aku ke RSCM Kencana (sebelumnya aku tidak pernah menginjakkan kaki di RSCM) dan disitulah aku baru tahu ternyata RSCM terbagi 2 yaitu RSCM Pusat dan RSCM Kencana. Aku melangkah menuju meja registrasi  dan bertanya kapankah dokter Maria berpraktek, si mbak resipsionisnya bilang hari ini dokter Maria praktek tapi sekitar jam 1 nanti diriku bisa terlayani..aku bilang tidak apa-apa, saya akan menunggu dan dalam hatiku merasa bersyukur karena Tuhan berikan jalan untuk bertemu beliau.

Selama aku menunggu, aku mengelilingi RSCM Kencana...."wow" mewah juga ya tempatnya..lumayan juga ada residen yang keren-keren dan bule-bule yang bisa dilihat-lihat disitu tapi saat itu yang sangat berkesan adalah restauran didalam rumah sakit...yuuuppp, aku segera memesan makan siangku yaitu nasi goreng. Kumakan dengan enaknya..nyummiiii...nyummmiiii..rasa nasi goreng hahaha...tapi ketika membayar billnya...wow!! nasi goreng rumah harga internasional!! Wokeeehh, aku keluarkan uangku dengan agak sedikit tidak ikhlas..tapi jadi pembelajaran..kalau mau makan direstauran ditanya dulu menu dan harganya, biar serasa seimbang yang dimakan dengan yang dibayar (ini tips looohh..serius!!)xixixi.

Setelah makan siang, akhirnya aku kembali ke poli bedah digestive dan akirrrnyaaa saudara-saudaraaaa!! saya bertemu dengan dokter saya ituuu...dokter maria mayasari.  Dan kembali juga keputusan dari beliau adalah tindakan operatif (eeennggg iinngg eeeenggg....what should i do??). Beliau membuatkan semua surat2 utk rawat inap, pemeriksaan lengkap preoperative dan ruang untuk operasinya.. beliau mengatakan bisa pulang dulu ketempat tugas, tidak mesti terburu-buru untuk melakukan operasinya tapi jangan dilamakan..kemudian minumlah antibiotik dan kemungkinan2 yang sering aku alami adalah demam jadi tidak baik juga dilamakan. Yuuuuppsss..kuputuskan untuk kembali ketempat tugas dan apalagi kudengar surat keputusan kabupaten bahwa aku sudah pindah tugas ke daerah sangat terpencil.  Kusegerakan kembali ketempat tugas untuk melapor kepada kaupt yang baru dan mengurus surat cutiku kedinkes taput.

Sebulan kemudian, setelah aku selesaikan semua urusan surat-surat ijin..akhirnya aku kembali ke RSCM. Untuk menuju hari operasi, bukanlah hal yang lancar juga..masih butuh perjuangan. Minggu pertama aku kembali ke RSCM aku harus melakukan pemeriksaan Preoperative (poli bedah digestive, pemeriksaan laboratorium dan anestesi semua harus aku lakukan) dan puji Tuhan kondisi ku baik saat itu. Tetapi ada satu permasalahan yang kuhadapi yaitu ternyata daftar antri untuk ruang rawat inap di RSCM sangat padat dikarenakan RSCM adalah rujukan Nasional, sehingga pasien sangat membludak disana. Atas saran seorang sahabatku yaitu bang Frans, aku mendaftar semua kelas termasuk kamar VIP yang bisa di koosharingkan (pembiayaanku dibantu oleh askes).
Memasuki minggu kedua, ternyata aku dapat info dokterku berangkat ke Amerika untuk seminar digestive...aku berusaha mengejar dokterku untuk bertemu untuk menentukan tanggal tapi aku tak bisa juga bertemu beliau. Akhirnya yang paling konyol adalah aku pergi dan pulang dengan taksi yang sama dan berbincang dengan bapak supir..tapi bapak supir heran melihatku kok wajahku tidak cemberut atau kecewa...tapi dalam hatiku aku hanya bisa bergumam karena tidak ada gunanya lagi aku menangis atau marah, tetapi hatiku bertanya pada Tuhan, apa lagi ini Tuhan?? ujian kesabaran apalagi?? seharusnya aku sudah operasi minggu ini tapi kenapa terhalang dengan hal kamar dan dokterku.
Dalam penantianku diminggu itu, banyak godaan dan kebimbangan kualami yaitu saat diriku dihubungi rumahsakit bahwa kamar vip ku tersedia tapi dokterku tidak ada, dan kemudian juga pihak ruang operasi tidak menyetujui tanggal operasiku (memang saran pegawai ruang operasi, sebaiknya menunggu dokter maria pulang daripada diriku dikerjakan dokter lain saat diruang operasi) dan juga aku berfikir untuk melakukan operasi saja dimedan (tapi atas beberapa saran teman, aku lebih baik melanjutkan pengobatanku di RSCM karena itu sudah yang terbaik, hanya haruslah bersabar dan menunggu waktuNya..#maaf ya teman-temanku, aku sudah merepotkan kalian#). Dan kuputuskan minggu kedua itu aku untuk bersabar kembali dan berusaha mencari cara untuk berkomunikasi dengan dokter maria (termasuk menghubunginya via media sosial Facebook..memang konyol kadang apa yang aku lakukan tapi aku hanya mencoba semua kemungkinan). Tapi kusadari juga, bahwa bila aku operasi minggu kedua itu pasti akan dicancel juga dikarenakan kondisiku yang drop karena kecapean, demam dan kondisi hormonal wanita tiap bulan.

RSCM Pusat Gedung A

Pada minggu ketiga, aku masih berusaha lagi untuk mencari dimana keberadaan dokterku. Apakah beliau sudah kembali ke Indonesia..kuhubungi semua perawat-perawatnya, kuhubungi rutin bagian rawat inap..tapi apa dinyana, urutanku masih no 14 pada senin sore itu (muncul kekhawatiranku bisa-bisa ga jelas nih kapan aku akan operasi). keesokan harinya dihari selasa, aku akhirnya bertemu dengan dokter maria...rasanya senang sekali bisa melihat wajah dokterku itu. Dan entah mengapa setelah bertemu beliau..semua jalan untuk operasi serasa dimudahkan. Saat dapat kapan tanggal aku akan operasi dari dokter maria, aku langsung menghubungi ruang operasi, disitu aku bertemu dengan ibu Ros..dia membantuku dan juga mengacc langsung tanggalku (aku rasa dia kasihan lihat ku karena asik bolak balik mengurus semua sendiri) dan aku juga ceritakan pada ibu itu, saat aku mau operasi, aku tidak mungkin melakukan administrasi sendiri..bisakah aku dibantu?? ibu itu mengatakan padaku.."dokter ester tenang saja, istirahatlah dan persiapkan diri untuk operasi, jangan cape-cape..sekarang tinggal kita tunggu antrian rawat inapnya ya, kalau ada apa-apa bisa hubungi saya (ingin rasanya kupeluk ibu itu, dia bersedia membantuku mempersiapkan itu semua). Dan ketika aku menuju admisi rawat inap, lagi-lagi kesabaranku diuji..ternyata waiting list ku belum beranjak juga dari nomor 14 padahal hari Jumat tanggal 26 Juli 2013, aku harus dilakukan tindakan operasi..oohh Tuhan, haruskah aku bersabar lagi?? kuputuskan pulang kerumah hari itu dan menunggu kabar.
Tiba-tiba Rabu malam tanggal 24 Juli 2013, telepon rumahku berdering..terdengar suara operator admisi bicara padaku : "dokter ester, masih maukah dirawat di RSCM?". aku menjawab : "ya, saya mau..", Admisi: "dokter besok datang bawa semua berkas dan keperluan dokter ya..besok masuk rawat inap."  Betapa senangnya diriku mendengar kabar itu, semuanya minggu itu berjalan baik. Kuhubungi adik-adikku dan sahabat-sahabatku yang mendukung, yang selalu berdoa untukku dan memberiku semangat selama ini, lucunya bukan rasa takut lagi yang kuhadapi untuk operasi tapi justru rasa syukur karena Tuhan kasih aku jalan untuk sembuh disitulah muncul istilah "Sembuh untuk lanjut menyembuhkan" dari dalam hatiku (tapi bagaimana aku mendapatkan istilah itu ada kejadian tersendiri..aku akan ceritakan di lain waktu). Yaaa...saat itu aku bahagia sekali, padahal awal-awal dulu aku sangat ketakutan untuk dioperasi..mau tahu apa yang menjadikan ketakutanku, yaitu pengalamanku sebelumnya, aku pernah dianestesi spinal sebelumnya dan aku melihat perutku dibelah melalui pantulan cermin lampu operasi dan setelah itu aku muntah-muntah) tapi ternyata setelah kujalani operasi ini..semuamya baik-baik saja.

Dalam mengambil setiap keputusan itu..Tuhan tidak biarkan aku sendiri, aku memiliki teman-teman, adik dan sahabat doa yang senantiasa aku ganggu waktunya...siapa-siapa sajakah mereka?? dan bagaimana perjalananku selanjutnya mencari dan menjalani pengobatan ini?? 
hmmmmm.....nanti kita lanjut lagi yaaa...ada undangan makan siang dari sahabatku Nadira.


^_^Y









Senin, 05 Agustus 2013

StiGmata AtoPi

Stigmata?? apakah ada yang tahu artinya??
Bila membuka wikipedianya mbah google..artinya adalah istilah yang digunakan oleh anggota iman Kristen untuk menggambarkan tanda tubuh, luka, atau sensasi rasa sakit di lokasi yang sesuai dengan penyaliban luka dari Yesus Kristus , seperti tangan, pergelangan tangan, dan kaki. Biasanya yang mengalaminya adalah orang-orang suci atau kudus.
Tetapi saudara-saudaraa...disini saya tidak membahas tentang hal itu. (terlalu tinggi tingkatan ilmunya untuk diriku....atuuutt cyyiinn!!). Ntaaarr gw bahas yaaaa...biar sekalian penasaran deh lu pade..hehe.

Naahh, Sekarang...adakah yang tahu pengertian atopic?? 
lagi-lagi..gw pakai pengertian mbah google aja yaakk...soalnya kalau ilmiah banget, gw jadi penulis ilmiah dunk..seperti dulu kala di dept. Public Health...
kalau kata mbah google:
Atopi (pron. {ay-top-kencing}); Greek ἀτοπία - placelessness, keluar dari tempat, sindrom khusus, tidak biasa, luar biasa) atau atopik adalah kecenderungan untuk mengembangkan alergi tertentu hipersensitivitas  reaksi. Atopi mungkin memiliki keturunan komponen, meskipun kontak dengan alergen harus terjadi sebelum reaksi hipersensitivitas dapat berkembang.
Istilah "atopi" diciptakan oleh Coca dan Cooke pada tahun 1923.Banyak dokter dan ilmuwan menggunakan istilah "atopi" untuk setiap IgE -mediated reaksi (bahkan mereka yang sesuai dan proporsional terhadap antigen), namun banyak dokter anak cadangan kata "atopi" untuk predisposisi genetik dimediasi reaksi IgE yang berlebihan.

Kata Stigmata Atopic gw dengar pertama kali ketika berobat ke dokter kulit gw yang cantik dr. Detty disatu RS Permier di kawasan dekat-dekat rumah gw. Apa sih itu??? yaa kulit gw mengalami kekeringan dan ada tanda-tanda disekitar tertentu yang bentuknya bulat-bulat kecil dan ada yang merah-merah merona gitu deehh...dan terkadang gw merasakan demam, mata agak membengkak,  dan dalam kondisi-kondisi suhu tertentu penciuman gw akan sangat tajam dan terkadang bisa jadi agak sesak nafas (tapi setelah dicek foto ro dan lainnya gw aman tuh dari rhintis atau penyakit ispa lainnya). Intinya siihh Hipersensitive laahh plus ada alergi-alergi nya gicchuuu. Tapi herannya kenapa baru muncul di saat gw sudah dewasa dan disuatu desa yang notabene harusnya bebas dari polusi. So...gw bertanya-tanya terus, kenapa niiiihhhh??? ga cucokkah dengan tempat lingkungan bertugas sekarang?? apakah memang punya bakat turunan (sambil lirik Tuhan, duuuh..kasih bakat yang bagus-bagus dikit dunk Tuhan..jangan bakat alergi tapi alergi miskin bolehlah..xixi)?? atau adakah faktor psikologi gw mempengaruhi ini semua..whats happen with me????

Mungkin bagi teman-teman yang tidak punya bakat yang seperti ini akan menganggap hal yang biasa saja tapi bagi yang mengalami sungguh merepotkan. sebagai contoh pengalamanku, ketika para staf sedang duduk-duduk tenang diteras puskesmas, kemudian datang diriku dan mencium bau rokok yang sangat menyengat...para staf bingung melihatku karena mereka tidak ada yang merokok tapi satu jam yang lalu mmg ada keluarga pasien merokok..tapi kok bisa aku mencium bau yang satu jam lalu dan alhasil aku dinilai staf punya indra ke 6 (plis deeehh, emangnya eike penerus mama Loren). Atau ketika seorang opung yang jaraknya masih jauh dari puskesmas mau datang berobat kepuskesmas, dan aku bisa langsung mengetahui akan kedatangannya dari bau nya..sepertinya aku mengalahkan penciuman si Gummy (hahaha). 

bintik-bintik merah yang muncul kepermukaan kulit
dan hal yang merepotkan dan merugikan lainnya adalah ketika ada nya suatu momen yang sangat kita ingin ikutin tetapi hipersensitiv itu muncul. Rasa sesak karena mukosa yang membengkak, munculnya demam dan merah-merah dari kulit menyebabkan harus tetap tinggal dirumah....yuuuuppp, dengan senang hati kakakku dr. Kristin Dona dan adikku dr. Erika menyuruhku istirahat dikamar, tidur dan melarang diriku melakukan perjalanan panjang..ketimbang masuk IGD katanya hehehe.

Tetapi Dampak lain lagi yang membuatku sangat sedih sekali adalah tanda-tanda atopi yang tersembunyi dilokasi tertentu itu menyebabkan suatu benjolan yang meyebabkan aku harus dilakukan tindakan operatif.  
Berulang kali aku melakukan pengobatan dan kontrol dengan dokter detty. kulakukan perjalanan Jakarta-Medan-Taturung-Sarulla berulang-ulang untuk berharap kesembuhan dan berharap disetiap perjalanan itu kondisiku baik2 saja dan hal itu juga membuatku selektif memilih alat transportasi agar tidak terkena paparan pencetus alergi. Aku, adikku Erika dan dr. Detty berharap benjolan yang muncul itu dapat sembuh dengan obat2an dan vitamin yang aku minum. semua obat dan vitamin yang ku minum semua dalam dosis tinggi...lelah rasanya minum obat dan proses penerimaan diri akan "bakat"  ini juga tidak mudah..karena aku harus menghentikan semua aktivitasku yang melelahkan termasuk praktek di tempat drg Rio Simanjutak guna untuk menaikkan imunitasku. Dan upaya minum obat dan vitamin itu pun ternyata gagal...dokter ku pun akhirnya mengatakan bukan kompetisinya lagi..dia harus merujukku ke dokter bedah.

Ooooohhh My God..dokter. Apakah tidak ada jalan lain selain dioperasi???
lalu aku akan dirujuk kemana??
bisa tidak dokterku wanita??
banyak pertanyaan yang ku lemparkan pada dokter ku itu....
tapi dokterku itu hanya memandang ku...dan aku tahu pandangan itu punya arti.
sama-sama kami hanya terdiam diruang periksa itu...

Daaann bagaimana kah kelanjutan perjalananku mencari penyembuhanku dan bertemu dokter-dokter yang mengobatiku....

Besok lagiii yaaaa ceritanya.
karena laptop mau diambil alih...xixixixi



















Minggu, 04 Agustus 2013

My First Blog...lets start to write!!

Yeaaaaahhhhhh!!!!!!
akhirnya bisa juga diriku mengakses blog  setelah akunku dikunci 2 hari akibat lupa akan password...maklum, ternyata ingatanku tidak sefokus dan setajam dulu (setajam sileeett kalleee :p)
Tetapi Thanks So muuuuchh untuk kakakku Mastiur yang mengoda dan membujukku utk menulis di blog supaya dia tahu apa yang sudah aku alami, apa yang aku pikirkan & aku pikir juga baik utk release of my self ketimbang gw mesti hypnoself (nanti kelamaan tidur dan ga ada yang bangunin alias kebablasan tidur hehe)
naaahh sekarang bingung deh mau nulis apa karena terlalu banyak hal yang mau aku ceritakan....yaaa semoga blogku ini bermanfaat dan bisa dibaca anak cucuku kelak (ibaratnya harta warisan yang ternilai harganya atau kelak dibaca ulang utk bisa membuat tersenyum-senyum malu atau lirih..hik)

So...C'mon...lets start to write.... (^_^)P !!!!!
me and my lovely sister Mastiur